Karnaval Seni Lintas Budaya,Adakan Pawai Ogoh-Ogoh Di SEMARANG

 

Foto By Dwi Nasution

SEMARANG-Sabtu 26 April 2025 adanya acara ini di rangkaian peryaaan hari raya nyepi pada 29 maret 2025 lalu.acara ini juga mengundang antusiame masyarakat yang memenuhi sepanjang jalan pemuda hingga jalan pandanaran menuju simpang lima.Ribuan warga memadati kawasan Kota Lama Semarang untuk menyaksikan pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946. Acara yang berlangsung meriah ini menampilkan puluhan Ogoh-Ogoh dari berbagai sanggar seni dan komunitas Hindu di Semarang dan sekitarnya, termasuk Ogoh-Ogoh “Cupak” yang mencuri perhatian karena desainnya yang unik dan artistik.

Ogoh-Ogoh sendiri merupakan boneka raksasa yang melambangkan sifat buruk manusia dan biasanya diarak menjelang Hari Raya Nyepi sebagai simbol pengusiran roh jahat. Tradisi ini berasal dari Bali, namun kini turut dirayakan di berbagai daerah di Indonesia termasuk Semarang. Pawai ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tapi juga menjadi atraksi budaya yang menarik minat masyarakat umum dan wisatawan.

Acara ini turut didukung oleh pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai sponsor swasta, termasuk perusahaan teknologi yang memasang spanduk dukungan di beberapa Ogoh-Ogoh. Para peserta pawai mengenakan pakaian adat Bali dan memainkan musik tradisional seperti gamelan baleganjur, menambah semarak suasana.

Menurut panitia, pawai Ogoh-Ogoh tahun ini mengangkat tema toleransi dan keberagaman budaya Indonesia. Selain itu, panitia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban selama acara berlangsung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Ziarah Kubur, Warisan Budaya Religius yang Tetap Lestari

Pengimbasan Praktik Baik Penyelenggaraan Kursus Daring, LKP IKIM Purwodadi Jadi Contoh

Menghidupkan Warisan Leluhur: Batik Gunawan Setiawan di Kampung Batik Kauman Solo